Berita

UMKO Gelar Sosialisasi Anti Perundungan bagi Mahasiswa PPG Prajabatan


Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar kegiatan Sosialisasi Anti Perundungan bagi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat UMKO pada Senin (8/6/2026) ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Kegiatan tersebut juga merupakan bentuk komitmen UMKO dalam mempersiapkan calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam menciptakan budaya pendidikan yang positif.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UMKO Dr. Irawan Suprapto, M.Pd., Wakil Rektor I Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd., Wakil Rektor III Dr. Suwardi, S.H., M.H., CPCLE, Koordinator PPG UMKO Dr. Sumarno, M.Pd., dosen PPG, serta seluruh mahasiswa PPG Prajabatan. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan karakter calon pendidik yang berintegritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. UMKO sendiri terus berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan melalui berbagai program pembinaan akademik dan karakter mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor UMKO menegaskan bahwa perundungan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di dunia pendidikan. Menurutnya, calon guru memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan perundungan perlu ditanamkan sejak masa pendidikan profesi guru. Ia berharap para mahasiswa PPG dapat menjadi agen perubahan yang mampu menumbuhkan budaya saling menghormati dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah.

Koordinator PPG UMKO, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari pembinaan profesional dan penguatan karakter calon guru. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, hingga strategi pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya membangun komunikasi yang positif serta menciptakan ruang belajar yang aman bagi seluruh peserta didik. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal saat mereka menjalankan tugas sebagai pendidik di masa mendatang.

Materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh Wakil Rektor III UMKO, Dr. Suwardi, S.H., M.H., CPCLE, yang menekankan pentingnya peran pendidik dalam membangun sistem pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa perundungan bukan hanya persoalan perilaku individu, tetapi juga berkaitan dengan sistem, budaya, dan keteladanan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, calon guru harus memiliki kepekaan sosial, kemampuan komunikasi yang baik, serta keberanian untuk mengambil tindakan yang tepat dalam menghadapi kasus perundungan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, peserta didik, dan pihak sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan berkeadilan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan diskusi antara narasumber dan peserta. Mahasiswa PPG Prajabatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan terkait fenomena perundungan yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan. Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bagi calon guru untuk memahami pentingnya menciptakan budaya sekolah yang inklusif dan menghargai perbedaan. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga memperkuat komitmen peserta untuk menerapkan nilai-nilai anti perundungan dalam praktik pendidikan nantinya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, UMKO berharap dapat melahirkan calon guru yang profesional, berkarakter, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat. Dengan bekal pemahaman yang memadai mengenai pencegahan perundungan, mahasiswa PPG Prajabatan diharapkan mampu menjadi pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga melindungi dan membimbing peserta didik secara menyeluruh. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMKO dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

To top