SE Pencegahan Pelanggaran Etika Publikasi Ilmiah oleh Kemenristek/BRIN
Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional telah menerbitkan Panduan Editorial Pengelolaan Jurnal Ilmiah yang salah satu tujuannya untuk pencegahan pelanggaran etika publikasi ilmiah yang mengacu kepada Committee of Publication Ethics (COPE).

Read More...

SE Pencegahan Pelanggaran Etika Publikasi Ilmiah oleh Kemenristek/BRIN

ilustrasi: pixabay

Kuantitas jurnal Indonesia yang terus meningkat hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 5.000 jurnal di Indonesia yang terkareditasi nasional melalui akreditasi jurnal nasional (Arjuna) dan 82 jurnal Indonesia telah terindeks internasional bereputasi (Scopus).

Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional telah menerbitkan Panduan Editorial Pengelolaan Jurnal Ilmiah yang salah satu tujuannya untuk pencegahan pelanggaran etika publikasi ilmiah yang mengacu kepada Committee of Publication Ethics (COPE).

Oleh karena itu dalam rangka mencegah pelanggaran etika publikasi ilmiah berupa plagiarisme maka seluruh pengelola jurnal ilmiah perlu melakukan uji indeks kesamaan/kemiripan (similiarity check) terhadap setiap artikel ilmiah yang akan diterbitkan. Sehingga dapat menghindari plagiarisme dan menghasilkan jurnal yang dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.

Managed & Maintenanced by ArtonLabs