Pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring (dalam jaringan) akibat krisis pandemi global Covid-19 di Indonesia memberikan tantangan tersendiri khususnya bagi para pendidik. Kesiapan kompetensi guru dalam mengelola kelas daring dan kemampuan beradaptasi dengan moda pembelajaran virtual menjadi faktor kunci keberhasilan PJJ daring tersebut. Namun, data empiris menunjukkan ketidaksiapan para guru dalam mengimplementasikan PJJ daring ini.
Revolusi perkembangan industri generasi keempat (revoulsi 4.0) yaitu sistem digitalisasi, kemutakhiran perangkat pembelajaran berbasis IPTEK seperti komputer, laptop, telepon seluler dan gawai lainnya, serta ketersediaan jaringan internet yang mampu menembus dimensi ruang dan waktu sudah menjadi kebutuhan manusia yang eksistensinya dipengaruhi pula oleh aspek pendidikan. Oleh karenanya, berbagai terobosan inovasi perlu diciptakan guna menautkan efektifitas dan efisiensi relasi antara dunia pendidikan dan IPTEK. Banyak sistem dan aplikasi yang telah dikembangkan dalam upaya mengoptimasi pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran dan penelaahan di kelas melalui optimalisasi internet tersebut. Salah satunya adalah Learning Management System (LMS) yang pada saat pandemi covid-19 saat ini, sangat signifikan mendukung pembelajaran jarak jauh bagi mahasiswa dan siswa.
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan pembelajaran hybrid menggunakan Learning Management System (LMS) dalam PJJ daring. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta yang merupakan para guru yang mengajar di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Abung Semuli Lampung Utara, yang mana juga merupakan lokasi diadakan kegiatan ini. Hasil pengabdian menunjukkan adanya respon yang sangat positif dari para peserta pelatihan terkait penggunaan LMS dalam PJJ daring.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Sekolah SMA N 1 Abung Semuli, M. Suharyadi, M.Pd. “Semoga kegiatan sosialisasi LMS ini bermanfaat bagi seluruh guru agar dapat dikembangkan pada semester yang akan datang dan bisa menjadi ahli dalam memanfaatkan LMS.” tuturnya. Selain itu, beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua narasumber, Darwanto, M.Pd. dan Rohmani, M.Pd. yang berkenan untuk memberikan pencerahan dan bimbingan teknis tentang sekilas pengoperasian LMS.
Kegiatan dilaksanakan dimana semua peserta terlibat langsung dalam pengelolaan aplikasi LMS dan pada kesempatan kali ini memberikan wawasan teknis tentang pengoperasian LMS kepada para guru secara langsung, meliputi menu, navigasi, learning tools, hingga piranti untuk mendesain evaluasi mata pelajaran. Narasumber menjelaskan tahap demi tahap mulai dari cara menjadwalkan pembelajaran hingga mendesain dan memasukkan materi, tugas, serta ujian dalam LMS.
Peserta kegiatan sangat antusias dalam kegiatan ini. Pada saat diskusi, para peserta melontarkan pertanyaan yang sangat beragam mulai dari proses pembuatan akun, cara menggungah file video ke dalam LMS, dan juga alur pendaftaran untuk setiap guru.






