
Guru memiliki peranan penting dalam proses belajar mengajar sehingga harus memiliki kualifikasi yang baik. Salah satunya mengenalkan kaidah KTI sejak dini kepada para siswa. Begitu pula di perguruan tinggi, mahasiswa dan dosen dapat berkolaborasi melakukan penelitian untuk meningkatkan produktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Oleh karena itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi VII DPR RI mengundang guru, mahasiswa, dan dosen di Surabaya untuk mengikuti pelatihan penyusunan proposal dan karya tulis ilmiah di Auditorium Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya (UNTAG), Senin-Rabu (10-12/10).
Pentingnya kualitas pendidikan dalam membangun suatu bangsa, mengharuskan tenaga pengajar dan pendidik untuk selalu meningkatkan kompetensi diri. “Kami berharap dengan pelatihan penyusunan proposal dan karya tulis ilmiah ini dapat semakin mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama meningkatkan kualitas SDM di bidang IPTEK,” ujar J. Subekti, Dewan Pembina Yayasan UNTAG Surabaya.
Penelitian merupakan suatu proses penyelidikan yang sistematis, penuh kehati-hatian, dan didukung oleh data terhadap suatu permasalahan atau fenomena. Suatu permasalahan dipahami, dianalisis, lalu disimpulkan menjadi pengetahuan atau teori baru, hingga pada akhirnya dipublikasikan.
Muhammad Adly Rahandi Lubis, Peneliti Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN menyampaikan bahwa publikasi menjadi komponen penting dalam penelitian. Hal ini karena kesahihan penelitian dapat dinilai dan dievaluasi secara terbuka.
“Seluruh Peneliti BRIN sangat siap mendukung dan mendampingi peneliti, periset, pengajar, hingga mahasiswa sebagai calon peneliti dan periset di masa depan. Baik dalam bentuk pendampingan, dukungan biaya riset, maupun beasiswa yang ditawarkan BRIN,” ungkap Mochammad Nasir, Koordinator Laboratorium Hidrodinamika BRIN Surabaya.
Komisi VII DPR RI, Bambang Dwi Hartono menyampaikan baik mahasiswa, dosen, guru, dan pengajar lain akan sangat memerlukan kemampuan penyusunan proposal dan karya tulis. Sehingga diperlukan pelatihan karya tulis ilmiah untuk membangun pemikiran kritis. Dengan masyarakat yang cerdas dan kritis, maka akan menghasilkan negara yang maju. “Saya sangat senang jika warga kota teredukasi dengan baik, karena jika warganya teredukasi mudah-mudahan kotanya dan negaranya juga semakin membaik,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, BRIN juga melakukan bedah karya tulis ilmiah dan proposal penelitian yang sedang dikerjakan oleh salah satu mahasiswa. Mengulas secara detail hingga merekomendasikan strategi agar suatu karya tulis lebih mudah untuk dipublikasikan.





