Berita

FKIP Universitas Muhammadiyah Kotabumi Gelar Kuliah Umum dan MoU Bersama Tokoh Seni dan Sastra Indonesia

Kotabumi, 25 Oktober 2024 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) hari ini menggelar kuliah umum yang istimewa dengan menghadirkan dua tokoh penting di dunia seni dan sastra Indonesia, Edi Romadhon, seorang seniman ternama asal Banyumas dan pimpinan Komunitas Gethek, serta Ahmadun Yosi Herfanda, pendiri Komunitas Sastra Indonesia (KSI), Komunitas Cerpen Indonesia (KCI), dan penggagas forum Pertemuan Penyair Nusantara (PPN). Kuliah umum ini berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Ahmad Dahlan UMKO dengan diikuti oleh sekitar 150 peserta dari FKIP dan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMKO.

Selain mahasiswa, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I UMKO, Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd., Dekan FKIP Elis Susanti, S.Pd., M.Pd., serta Kaprodi dari berbagai program studi di FKIP. Turut hadir pula sejumlah dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara FKIP UMKO dan kedua narasumber. MoU ini mengukuhkan kerjasama dalam bidang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta penyelenggaraan kuliah umum secara berkelanjutan. MoU ini ditandatangani oleh Edi Romadhon dan Ahmadun Yosi Herfanda sebagai narasumber, Dekan FKIP Elis Susanti, serta Kaprodi PBSI Meutia Rachmatia, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Elis Susanti, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiasi FKIP untuk terus membuka ruang bagi mahasiswa agar berinteraksi dengan tokoh-tokoh berpengaruh di bidang seni dan sastra. “Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga inspirasi langsung dari praktisi berpengalaman, sehingga dapat lebih memahami dan menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.”

Sementara itu, Ahmadun Yosi Herfanda dalam sesinya mengajak mahasiswa untuk terus menggali potensi seni dan sastra sebagai sarana mengekspresikan diri dan memahami budaya Nusantara. Di sisi lain, Edi Romadhon membagikan kisah inspiratif dari perjalanan kariernya, menekankan pentingnya kesadaran budaya dalam seni. Kuliah umum pada hari ini mengambil tema Penguatan Karakter Mahasiswa di Era Digital: Integrasi Nilai Sastra dan Budaya dalam Ranah Pendidikan Tinggi.

To top