Kotabumi, 28 Januari 2025 – Stunting masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. Untuk mencegah stunting sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) bekerja sama dengan nutrisionis Puskesmas Kotabumi 1, Ibu Puspawati, S.K.M., menggelar sosialisasi bertajuk “Gizi Seimbang Anak Sekolah dengan Isi Piringku dalam Upaya Pencegahan Stunting” di SD Negeri 1 Rejosari. Kegiatan ini menyasar para guru sebagai peserta utama dengan harapan mereka dapat menjadi agen perubahan dalam edukasi gizi bagi siswa dan orang tua.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 Januari 2025, ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan Mahasiswa KKN, Ibu Maya Setia Priyadi, M.Pd., serta 40 guru dan staf SD Negeri 1 Rejosari. Sosialisasi diawali dengan pemaparan materi oleh Ibu Puspawati, S.K.M., yang menjelaskan pentingnya pola makan bergizi seimbang sesuai dengan pedoman Isi Piringku sebagai langkah konkret dalam mencegah stunting. Ia menekankan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan belajar mereka.
“Isi Piringku adalah konsep sederhana untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam porsi yang seimbang. Guru memiliki peran strategis dalam mengedukasi siswa tentang pentingnya pola makan sehat, sehingga mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ibu Puspawati, S.K.M.
Para guru yang hadir mendapatkan wawasan praktis tentang cara mengenalkan Isi Piringku kepada siswa melalui pendekatan kreatif, seperti penggunaan cerita dan visualisasi menarik. Selain itu, mereka juga dibekali keterampilan untuk memberikan edukasi kepada orang tua siswa mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak di rumah.
Menurut Ketua Kelompok KKN, Maryati Rina Sari, sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja bertema kesehatan yang dirancang untuk memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat. “Kami berharap melalui sosialisasi ini, para guru dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan informasi tentang pentingnya gizi seimbang. Dengan kolaborasi yang baik antara guru, orang tua, dan Puskesmas, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih efektif,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri 1 Rejosari, Bapak Dr. Dwi Supriyanto, M.Pd., menyatakan bahwa informasi tentang stunting dan gizi seimbang sangat relevan dengan kebutuhan mereka. “Kami sering menghadapi siswa yang mengalami masalah gizi, tetapi kurang tahu cara memberikan edukasi yang tepat. Dengan adanya program ini, guru kami menjadi lebih siap untuk memberikan informasi yang benar kepada siswa dan orang tua,” ujarnya.
Salah satu peserta sosialisasi, Arista Lestari, juga mengungkapkan manfaat kegiatan ini. “Kami jadi lebih memahami cara menerapkan Isi Piringku dalam pembelajaran di kelas, sehingga siswa dapat belajar pentingnya gizi seimbang sejak dini,” katanya.
Program sosialisasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan sekolah dalam mengatasi permasalahan stunting. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.




