Bandar Lampung, 30 Mei 2025 — Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) terus memperluas jejaring dan membangun sinergi kelembagaan dengan mitra strategis di bidang industri dan akademik. Hal ini ditandai dengan kegiatan silaturahmi dan kunjungan kerja ke PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung serta Teaching Farm Jurusan Peternakan Universitas Lampung (UNILA) pada Jumat, 30 Mei 2025.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor UMKO, Dr. Irawan Suprapto, M.Pd., sebagai bentuk komitmen universitas dalam membuka peluang kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pengembangan pendidikan, riset terapan, serta pemanfaatan teknologi di bidang peternakan dan pakan ternak.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Jamaah Tani (JATAM) Muhammad Arif Setyawan, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Edy Waluyo, serta pihak mitra dari akademisi dan industri, yakni Drh. Purnama Edy Santosa, M.Si. (Dosen Peternakan UNILA) dan Reo Radius Falah, S.Pt., M.Pt. (Kaprodi Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak UNILA).
Rangkaian kegiatan meliputi diskusi bersama pihak manajemen PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung, penjajakan kerja sama kelembagaan, serta peninjauan langsung ke fasilitas Teaching Farm milik Jurusan Peternakan UNILA.
Rektor UMKO menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi berbasis kolaborasi. “UMKO tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik di internal kampus, tetapi juga aktif menjalin sinergi dengan mitra eksternal untuk mendorong inovasi, pengembangan kurikulum berbasis industri, dan peningkatan kompetensi mahasiswa,” ujar Dr. Irawan.
Melalui kerja sama ini, UMKO berharap dapat membuka peluang magang industri bagi mahasiswa, riset bersama, pelatihan keterampilan peternakan, hingga pengembangan Teaching Farm mandiri sebagai pusat pembelajaran praktik berbasis teknologi.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa UMKO siap beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri, serta berperan aktif dalam penguatan ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang peternakan.










