Berita

Kaprodi PBSI UMKO Ambil Bagian dalam Internasionalisasi Bahasa Indonesia di KBRI Moskow, Rusia

Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UMKO, Meutia Rachmatia, M.Pd., resmi ditugaskan sebagai pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, Rusia, mulai 21 Juli hingga 31 Desember 2025.

Penugasan ini merupakan bagian dari program strategis internasionalisasi bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dalam program ini, Meutia Rachmatia dipercaya mengampu kelas BIPA 1D, bersama enam pengajar profesional lainnya dari berbagai institusi terkemuka di Indonesia.

Program BIPA KBRI Moskow tahun 2025 diikuti oleh 149 peserta dari berbagai level, dari BIPA 1 hingga 6, yang menjalani pembelajaran secara daring dari Moskow. Dalam acara pembukaan yang digelar pada 21 Juli 2025, hadir sejumlah tokoh nasional, seperti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Iwa Lukmana, serta Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus Jose Antonio Morato Tavares.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa program BIPA adalah bagian penting dari diplomasi kebahasaan Indonesia. “Ini bukan hanya soal pengajaran bahasa, tetapi juga memperluas jejaring diplomatik dan memperkenalkan budaya Indonesia secara lebih mendalam ke dunia internasional,” ujarnya.

Keterlibatan UMKO melalui Meutia Rachmatia menjadi bukti konkret kontribusi perguruan tinggi daerah dalam memperluas jangkauan bahasa Indonesia secara global. Partisipasi ini menegaskan bahwa UMKO tidak hanya berkarya di tingkat lokal, tetapi juga aktif dalam percaturan akademik dan budaya internasional.

Antusiasme masyarakat Rusia terhadap bahasa Indonesia terus meningkat. Hingga Juni 2025, tercatat lebih dari 200 ribu pemelajar BIPA tersebar di 772 lembaga di 57 negara. Hal ini menjadi indikasi bahwa bahasa Indonesia semakin mendapat tempat di hati komunitas global.

UMKO melalui Program Studi PBSI telah dan akan terus mengambil bagian dalam misi besar ini, tidak hanya untuk mengembangkan keilmuan dan kapasitas pendidikannya, tetapi juga untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

UMKO #UMKOMendunia #PBSIUMKO #MeutiaRachmatia #BIPA2025 #CintaBahasaIndonesia #DiplomasiBahasa #IndonesiaRusia #BahasaIndonesiaMendunia #BanggaUMKO

To top