
Jakarta — Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan guru dengan berpartisipasi dalam kegiatan Penguatan Mentoring Skill untuk Dosen Pembimbing dan Guru Pamong bagi LPTK Baru. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, sebagai bagian dari rangkaian penyiapan pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru.
Kegiatan penguatan mentoring ini diperuntukkan bagi LPTK penyelenggara PPG yang memiliki izin bidang studi dengan proyeksi kebutuhan guru yang tinggi pada tahun 2027, di antaranya Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Pancasila, serta Bahasa Indonesia. Program ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia LPTK dalam mendampingi calon guru secara profesional dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, UMKO diwakili oleh Fhela Vhantoria Ningrum, M.Pd., dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi yang bertugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Umum, serta Badarudin, M.Pd. dan Indah Theresia Susanti, M.Pd. yang berperan sebagai Guru Pamong Umum. Keikutsertaan perwakilan UMKO menjadi bagian penting dalam memperkuat peran universitas sebagai LPTK baru penyelenggara PPG Calon Guru.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, 7–9 Desember 2025, bertempat di Millennium Hotel Sirih Jakarta, Jalan H. Fachrudin No. 3, Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan intensif terkait keterampilan mentoring sebagai sarana pemaknaan pengalaman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dalam Program PPG.
Rangkaian kegiatan workshop hari pertama diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, penyampaian ground rules, serta penjelasan tujuan mentoring. Selanjutnya, peserta memperoleh gambaran umum pelaksanaan PPL-PPG dan tahapan mentoring yang harus dikuasai oleh dosen pembimbing dan guru pamong. Materi ini menjadi dasar penting dalam memahami peran strategis mentor dalam mendampingi calon guru.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman materi Self Regulated Learning dan Professional Agency, refleksi hasil pembelajaran serta penyusunan profil diri sebagai mentor. Peserta kemudian mengikuti sesi persiapan role play, praktik role play mentoring, pemberian umpan balik, hingga pembahasan tujuh komitmen sebagai mentor. Kegiatan diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bentuk implementasi keterampilan mentoring di satuan pendidikan dan LPTK masing-masing.
Melalui kegiatan ini, UMKO diharapkan semakin siap dalam menyelenggarakan Program PPG Calon Guru secara berkualitas, khususnya dalam aspek pendampingan mahasiswa PPG. Penguatan mentoring skill ini menjadi langkah strategis dalam mencetak calon guru profesional yang reflektif, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran UMKO sebagai LPTK yang berkomitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional.






