
Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) turut ambil bagian dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Lampung Utara tahun 2026. Keterlibatan ini diwujudkan melalui partisipasi dosen PBSI sebagai dewan juri pada cabang lomba sastra, yakni monolog dan cerpen. Kehadiran dosen UMKO dalam ajang ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan bakat dan potensi generasi muda di bidang sastra. Selain itu, peran ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam pembinaan literasi. FLS3N sendiri merupakan ajang bergengsi yang rutin melahirkan talenta-talenta muda berbakat di tingkat daerah hingga nasional.
Pada cabang Lomba Monolog, dewan juri terdiri atas Drs. Djuhardi Basri, M.Pd. dan Meutia Rachmatia, M.Pd. Sementara itu, pada cabang Lomba Cerpen, penilaian dilakukan oleh Dr. Sumarno, M.Pd. dan Dra. Masitoh, M.Pd. Keempat juri tersebut merupakan dosen aktif di UMKO yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang bahasa dan sastra Indonesia. Keterlibatan mereka tidak hanya sebagai penilai, tetapi juga sebagai pembina yang memberikan masukan konstruktif kepada peserta. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas karya sastra yang dihasilkan oleh para siswa.
Pelaksanaan cabang perlombaan sastra dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026 di SMA Negeri 1 Kotabumi. Sementara itu, cabang perlombaan seni dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di SMA Negeri 3 Kotabumi. Dengan demikian, rangkaian kegiatan FLS3N di Kabupaten Lampung Utara terselenggara secara bertahap sesuai dengan tangkai lomba masing-masing. Kegiatan lomba sastra ini diprakarsai oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Lampung Utara. Penyelenggaraan ini menjadi wadah strategis dalam menjaring siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat di bidang sastra.
Salah satu juri monolog, Drs. Djuhardi Basri, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta yang mengikuti perlombaan. Ia menilai bahwa FLS3N menjadi ruang penting bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan kepekaan mereka terhadap dunia sastra. “FLS3N menjadi ruang penting bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan kepekaan mereka terhadap dunia sastra. Kami melihat potensi besar dari para peserta yang perlu terus dibina agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kualitas karya sastra pelajar. Ia juga berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahunnya.
Festival Seni dan Sastra Siswa Nasional merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah peserta lomba bidang sastra mencapai lebih dari 50 siswa dari berbagai SMA/SMK/MA di Kabupaten Lampung Utara. Para pemenang di tingkat kabupaten nantinya akan melaju untuk mewakili daerah pada kompetisi tingkat provinsi. Ajang ini menjadi salah satu sarana seleksi sekaligus pembinaan bagi generasi muda berbakat di bidang seni dan sastra. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir sastrawan muda yang mampu berkontribusi dalam pengembangan budaya literasi di Indonesia.






