Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) telah mengadakan kegiatan Penyusunan Kamus Budaya Lampung pada 26-28 Juni 2024 di Swiss-Bell Hotel. Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Meutia Rachmatia, M.Pd., menjadi salah satu tim penyusun Kamus Budaya Lampung yang ditunjuk oleh KBPL. Keterlibatan Meutia Rachmatia dalam tim penyusun ini merupakan langkah positif bagi UMKO dalam mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah yang dicanangkan oleh pemerintah. Hal ini juga sejalan dengan visi UMKO pada tahun 2038 untuk menjadi perguruan tinggi berbasis teknopreneurship, Islami, unggul, dan berbasis kearifan lokal.
Kegiatan ini merupakan tahap awal dari rangkaian penyusunan Kamus Budaya Lampung. Tahap awal ini dimulai dengan memverifikasi dan memvalidasi data kamus yang telah dikumpulkan oleh tim KBPL sebelumnya. Proses ini panjang dan melibatkan beberapa tahap hingga data yang telah dikumpulkan, diverifikasi, dan divalidasi dapat diterima pada sidang pengajuan data Kamus Budaya Lampung mendatang.
Tim Penyusun Kamus Budaya Lampung terdiri dari akademisi dan praktisi di bidang bahasa dan budaya Lampung. Mereka adalah Meutia Rachmatia (Universitas Muhammadiyah Kotabumi), seorang dosen Universitas Lampung, dua orang perwakilan Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) Provinsi Lampung, seorang perwakilan Canang Lampung, seorang perwakilan IKA Duta Bahasa Lampung, dua mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Lampung Universitas Lampung, dan tujuh orang tim penyusun dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung.
Meutia Rachmatia, yang memiliki latar belakang sebagai Penggiat Budaya Kemendikbudristek dan Praktisi Bahasa dan Budaya, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyusunan Kamus Budaya Lampung tersebut. Selain menjadi tim penyusun Kamus Budaya Lampung, sejak 2023, Meutia juga dipercaya oleh KBPL untuk menjadi tim penyusun Model Pembelajaran Bahasa Lampung dan Penyunting Naskah Cerita Anak Bahasa Lampung.
Hal ini menunjukkan bahwa UMKO sebagai satu-satunya universitas di Lampung Utara memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi UMKO dan KBPL dalam melestarikan bahasa dan budaya Lampung di masa mendatang.



