Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat dengan gizi seimbang, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) menggelar kegiatan bertema “Inovasi Bahan Pangan Lokal untuk Memenuhi Kebutuhan Gizi” di Desa Madukoro. Acara ini dihadiri oleh ibu-ibu Cabang Aisyiyah Kotabumi Utara dan warga sekitar yang antusias mengikuti pelatihan.
Hadir sebagai narasumber, Hadid Al Hafidz, S.K.M., memaparkan pentingnya menjaga pola gizi seimbang untuk mengatasi stunting yang masih menjadi masalah serius di Lampung Utara. Menurutnya, pola gizi seimbang adalah susunan menu makanan harian yang mengandung zat gizi lengkap sesuai kebutuhan tubuh, menggantikan konsep lama 4 sehat 5 sempurna yang dinilai tidak relevan dengan perkembangan ilmu saat ini.
“Inovasi bahan pangan lokal menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara praktis dan ekonomis,” jelas Hadid.
Para peserta juga diajak untuk mempraktikkan pengolahan bahan pangan lokal seperti jagung dan singkong menjadi hidangan inovatif. Jagung diolah menjadi susu jagung, minuman sehat bebas kolesterol yang cocok untuk lansia dan alternatif bagi mereka yang alergi susu sapi. Sedangkan singkong diolah menjadi “Singkong Thailand,” sajian manis berbahan dasar singkong yang dipadukan dengan saus santan, menciptakan menu bergizi dan menarik untuk keluarga.
Tim PKM yang terdiri dari para dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi, yaitu Dr. Sri Widayati, M. Hum., Venty Meilasari, M.Pd., Fhela Vhantoria Ningrum, M.Pd., Muinah, M.Pd., Dewi Sartipa, M.Pd. BI, dan Dewi Sri Kuning, M.Pd., memberikan bimbingan langsung kepada para peserta.
Para peserta menyambut positif kegiatan ini. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pola hidup sehat dan cara praktis untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang lezat dan bergizi.
Dengan semangat yang ditunjukkan oleh para peserta, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perubahan pola makan masyarakat untuk mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting di Lampung Utara.











