Liwa, 14 November 2024 – Mahasiswa Program Asistensi Mengajar dari Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) mengambil langkah nyata dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan inklusif melalui seminar bertajuk “Pencegahan 3 Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan”. Seminar ini diselenggarakan di Laboratorium Biologi sekolah mitra program asistensi mengajar dan dihadiri oleh para siswa, guru, serta Kepala Sekolah.

Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang tiga dosa besar dalam dunia pendidikan: perundungan (bullying), kekerasan seksual (sexual harassment), dan intoleransi. Ketiga isu ini dinilai menjadi tantangan serius dalam membangun karakter generasi muda dan menciptakan kualitas pendidikan yang berintegritas di Indonesia.
Para pemateri, yang terdiri dari mahasiswa program asistensi mengajar UMKO, membawakan materi penting yang dibagi dalam tiga sesi:
- Perundungan di Sekolah – Bagaimana mengenali tanda-tanda bullying dan langkah preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
- Kekerasan Seksual – Upaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga privasi dan menciptakan ruang yang aman bagi setiap individu.
- Intoleransi – Penanaman nilai keberagaman sejak dini serta pengenalan berbagai jenis intoleransi, seperti rasisme, seksisme, dan intoleransi antaragama.
Selain penyampaian materi, seminar ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan bertanya langsung kepada narasumber, menciptakan suasana yang dinamis dan edukatif.
Ibu Rika Silvia, salah satu guru yang hadir, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap seminar ini.
“Seminar ini sangat bermanfaat, terutama dalam membuka wawasan kami sebagai guru mengenai cara menangani kasus-kasus yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Kami berharap kolaborasi antara kampus dan sekolah ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Seminar ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UMKO dalam menangani isu-isu sosial di dunia pendidikan. Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi perubahan positif di lingkungan sekolah, membangun kesadaran kolektif, dan menjadikan para peserta sebagai agen pencegahan terhadap tiga dosa besar pendidikan.

