
Lampung Utara, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) turut ambil bagian dalam Jambore Nasional 1 Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang diselenggarakan pada Jumat–Minggu, 19–21 September 2025 di Kebumen, Jawa Tengah. UMKO diwakili oleh Dekan FPP, Nyang Vania Ayu Ningtyas Harini, M.Si., serta Kepala Program Studi Agroteknologi, Yeyen Ilmiasari, M.P.
Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai bagian dari program prioritas hasil Muktamar Muhammadiyah ke-48. Fokus utama kegiatan adalah konsolidasi dan penguatan ekosistem pemberdayaan petani sebagai implementasi dakwah akar rumput.
Jambore Nasional 1 JATAM dihadiri oleh berbagai unsur strategis dalam lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah, mulai dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Aisyiyah, hingga para pelaku usaha dan akademisi dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Rangkaian kegiatan berlangsung di Gedung Kapal Mendoan dan area Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, selama tiga hari penuh.
Agenda kegiatan meliputi rembug tani, workshop, forum bisnis pangan, bazar produk pertanian, pameran teknologi pertanian, tabligh akbar, Gerakan Daulat Pangan Muhammadiyah Menanam, dan sejumlah kegiatan penunjang lainnya. Seluruh rangkaian ini bertujuan memperkuat peran JATAM sebagai produsen bahan pangan nasional dan mitra strategis dalam mewujudkan ketahanan serta kedaulatan pangan Indonesia.
Dekan FPP UMKO, Nyang Vania Ayu Ningtyas Harini, M.Si., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat mendorong pengembangan benih unggul hasil inovasi Muhammadiyah di daerah.
“Kami berharap dapat membudidayakan benih padi varietas Mentari yang dikenal sebagai Padi Muhammadiyah dan menerapkannya di wilayah Lampung Utara. Ini akan menjadi langkah nyata dalam mendukung produktivitas petani lokal sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam gerakan kedaulatan pangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Program Studi Agroteknologi, Yeyen Ilmiasari, M.P., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai pemantik semangat petani Muhammadiyah menuju pertanian yang lebih berkemajuan.
“Semoga dengan adanya Jambore Nasional JATAM ini, petani Muhammadiyah dapat menjadi lebih berkemajuan serta benar-benar mampu mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia,” ujarnya.
Keterlibatan UMKO dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen institusi dalam menjembatani akademisi dengan komunitas petani, serta mendorong penerapan inovasi pertanian yang adaptif dan kontekstual di tingkat akar rumput. Sebagai informasi tambahan, diumumkan bahwa Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Nasional JATAM berikutnya. Hal ini menjadi momentum strategis sekaligus peluang besar bagi Muhammadiyah di Lampung, termasuk Universitas Muhammadiyah Kotabumi, untuk berperan lebih aktif dalam penguatan dakwah dan pemberdayaan petani di tingkat nasional (Fira_Humas UMKO)

