Berita

Wujudkan Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional, Tim Peneliti UM Kotabumi Bahas Strategi Pengembangan Usaha Tani Padi MSP Bersama Wakil Bupati Tulang Bawang Barat

Tulang Bawang Barat, Dalam upaya mewujudkan Provinsi Lampung sebagai lumbung pangan nasional, tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) yang tengah melaksanakan penelitian berjudul “Strategi Pengembangan Usaha Tani Padi MSP dalam Upaya Terwujudnya Provinsi Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional” menggelar diskusi strategis dengan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Bapak Nadirsyah, pada Jumat (24/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Tulang Bawang Barat.

Diskusi tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Peneliti, Sri Puji Lestari, S.P., M.P., bersama anggota tim yang terdiri atas Aji Setiya Bakti, S.Tr.P., M.P., Feby Musti Ariska, S.P., M.Si., serta didampingi Ketua Bidang Riset dan Teknologi MSP, Nyang Vania Ayuningtyas Harini, S.P., M.Si.. Turut hadir dalam kegiatan ini Koordinator Penyuluh Kabupaten Tulang Bawang Barat, Bapak Merianto, Ketua Komunitas MSP Kabupaten Tulang Bawang Barat, Bapak Susanto, serta petani padi MSP, Bapak Bagio, yang juga menjadi mitra lapangan penelitian.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menentukan prioritas strategi pengembangan usaha tani padi MSP dengan menggunakan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Metode ini diterapkan untuk menilai efektivitas beberapa strategi yang sebelumnya telah dirumuskan berdasarkan hasil analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats).

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, berbagai pandangan dan masukan disampaikan oleh para peserta, termasuk dari pemerintah daerah dan perwakilan petani. Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, menyambut baik kegiatan penelitian yang dilakukan oleh tim UM Kotabumi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan petani dalam mengembangkan sektor pertanian berkelanjutan di wilayahnya.
“Kami menyambut baik inisiatif dari Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Pengembangan padi MSP tidak hanya berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Lampung,” ujar Nadirsyah.

Kegiatan diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya, antara lain Focus Group Discussion (FGD) dan survei lapangan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan usaha tani padi MSP. Melalui kegiatan FGD, tim peneliti berhasil mengidentifikasi faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan, serta faktor eksternal berupa peluang dan ancaman dalam pengembangan padi MSP di Lampung.

Penelitian ini mendapatkan dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) melalui Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun 2025. Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong penelitian aplikatif yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

Ketua Tim Peneliti, Sri Puji Lestari, menyampaikan bahwa hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan strategi pengembangan yang konkret dan implementatif untuk diterapkan pada usahatani padi MSP di Provinsi Lampung.
“Melalui pendekatan ilmiah yang sistematis, kami berharap penelitian ini dapat memberikan rekomendasi strategi terbaik bagi pengembangan padi MSP, sekaligus mendukung cita-cita menjadikan Lampung sebagai lumbung pangan nasional,” ungkapnya.

Dengan adanya sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas petani, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam penguatan sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan usaha tani padi MSP yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.

To top