Berita

Satu Ruangan, Banyak Pelajaran! Mahasiswa KKN UMKO Perkenalkan Self-Defense Anti-Bullying kepada Siswa SMPN 07 Kotabumi

Isu bullying tengah santer menjadi perhatian nasional setelah sejumlah kasus kekerasan pelajar viral dan berujung pada konsekuensi serius. Sebagai salah satu contoh nyata, belum lama ini sebuah berita datang dari Aceh, mengenai seorang santri yang dilaporkan membakar asrama setelah mengaku kerap menjadi korban perundungan. Sementara di daerah lain, kasus hinaan, intimidasi, hingga kekerasan fisik di lingkungan sekolah semakin sering muncul di media dan laporan kepolisian. Situasi ini menunjukkan bahwa bullying bukan hanya masalah sepele atau bentuk “candaan antar teman,” melainkan persoalan serius yang dapat memicu trauma, depresi, hingga tindakan ekstrem.

Sebagai respon terhadap fenomena tersebut, mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kotabumi melaksanakan sosialisasi bertema Self-Defense Anti-Bullying di SMPN 07 Kotabumi pada Kamis (27/11/2024). Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi serta keterampilan dasar kepada siswa agar mampu mengenali, mencegah, dan menghadapi praktik bullying di lingkungan sekolah. Pada sesi materi, siswa diperkenalkan dengan bentuk-bentuk bullying, baik verbal, fisik, sosial, maupun digital serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan korban. Materi disampaikan oleh dua mahasiswa KKN, Nissa Nursasi Fatika dan Meli Meta Sari, dengan pendekatan komunikatif sehingga mudah diterima oleh siswa.

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi sesi praktik self-defense dasar untuk membekali siswa keterampilan mempertahankan diri bila berada dalam situasi darurat. Demonstrasi gerakan dilakukan oleh mahasiswa KKN dengan dukungan teknik dari Gading Mukti Wibowo, salah satu anggota tim yang memiliki pengalaman sebagai atlet Muay Thai dan peraih medali emas di tingkat regional. Kehadiran pengalaman teknis tersebut memberi nilai tambah bagi siswa, karena materi tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga diaplikasikan dalam gerakan yang aman dan proporsional. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, alur acara dipandu oleh Nisa Maulida Salma sehingga sesi teori, praktik, dan diskusi dapat berjalan tertib dan kondusif. Dokumentasi kegiatan turut dikelola oleh Nelisa Munoc Fatra, memastikan seluruh rangkaian tersimpan dengan baik sebagai arsip kegiatan.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMPN 07 Kotabumi, Septinawati, S.E., menyampaikan :

“Saya berharap materi ini dapat membuka kesadaran siswa bahwa bullying bukanlah tindakan yang baik. Saya juga berharap teknik self-defense yang diajarkan digunakan dengan tujuan melindungi diri, bukan untuk menyakiti atau menunjukkan kekuatan.”

Sementara itu, Fhela Vhantoria Ningrum, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menyampaikan harapannya atas kegiatan ini:

“Melalui kegiatan ini saya berharap baik pihak sekolah maupun mahasiswa yang terlibat dapat memperoleh manfaat, pengalaman, serta perspektif baru yang berguna pada masa depan.”

Dengan meningkatnya kesadaran publik terhadap bahaya bullying, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, dan berempati bagi seluruh peserta didik.

To top