Berita

Dosen UMKO Kembangkan Modul Pembelajaran Reflektif Berbasis Deep Learning untuk Perkuat Kesadaran Sosial Mahasiswa

Kotabumi — Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan inovasi pendidikan melalui penelitian yang dilakukan oleh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Sinta Novia, M.A., dan Dewi Sri Kuning, M.Pd. Keduanya berhasil mengembangkan modul pembelajaran reflektif berbasis Deep Learning yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran sosial mahasiswa dalam konteks lintas budaya di era digital. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghadirkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan kemampuan reflektif, empati, serta kepekaan sosial mahasiswa. Modul tersebut diharapkan mampu menjadi alternatif solusi atas tantangan pembelajaran bahasa dan budaya yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika global.

Tahapan penelitian diawali dengan analisis kebutuhan yang melibatkan mahasiswa semester enam Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMKO. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap isu lintas budaya masih didominasi oleh aspek kognitif, sementara kemampuan refleksi mendalam dan kesadaran sosial belum berkembang secara optimal. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merancang modul pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, reflektif, serta memiliki empati dalam memahami realitas sosial dan budaya yang beragam.

Modul pembelajaran reflektif berbasis Deep Learning ini dikemas dalam bentuk modul digital interaktif yang terdiri atas empat unit pembelajaran, yaitu Self-Awareness and Cultural Identity, Understanding Cultural Diversity, Reflective Dialogue and Social Empathy, serta Critical Reflection and Social Action. Setiap unit dirancang dengan mengintegrasikan prinsip pembelajaran berpikir mendalam, pembelajaran bermakna, dan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga mahasiswa dapat terlibat aktif dalam proses belajar. Untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, modul ini dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti simulasi pembelajaran, jurnal reflektif, studi kasus lintas budaya, serta diskusi kelompok. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak memahami konsep, tetapi juga merefleksikan pengalaman belajar serta mengaitkannya dengan realitas sosial di sekitarnya.

Pengembangan modul pembelajaran reflektif berbasis Deep Learning ini didukung oleh pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema pendanaan BIMA Tahun 2025. Dukungan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kualitas dan relevansi penelitian yang dilakukan, sekaligus memperkuat peran UMKO dalam mendorong peningkatan mutu pembelajaran dan inovasi pendidikan di tingkat perguruan tinggi.

To top