Berita

FPP UMKO Dorong Pertanian Berkelanjutan melalui Kuliah Umum dan Praktisi Mengajar tentang Fungisida Kapur

Kotabumi – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) terus memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu dan praktik pertanian berkelanjutan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kuliah Umum dan Praktisi Mengajar yang diselenggarakan pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ahmad Dahlan Lantai 3 UMKO ini mengangkat tema “Pemanfaatan Fungisida Kapur sebagai Teknologi Pengendalian Penyakit Berkelanjutan” dan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan.

Kegiatan kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi pertanian, yakni M. Maruf Firdaus, S.P., yang merupakan Penyuluh Pertanian Lapangan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kehadiran praktisi dari dunia lapangan memberikan nilai tambah bagi proses pembelajaran mahasiswa karena materi yang disampaikan bersumber dari pengalaman langsung di sektor pertanian. Melalui kegiatan ini, UMKO berupaya menjembatani antara teori akademik dan praktik nyata agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih aplikatif dan kontekstual.

Kuliah umum dan praktisi mengajar ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Nyang Vania Ayuningtyas Harini, S.P., M.Si., beserta jajaran dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan. Kehadiran pimpinan fakultas dan dosen menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan akademik yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, partisipasi aktif dosen dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam penyampaian materinya, M. Maruf Firdaus menjelaskan bahwa fungisida kapur merupakan salah satu alternatif teknologi pengendalian penyakit tanaman yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Fungisida kapur bekerja dengan meningkatkan pH pada permukaan tanaman sehingga mampu menghambat perkembangan patogen, khususnya jamur penyebab penyakit tanaman. Ia menegaskan bahwa penggunaan fungisida kapur dapat menjadi solusi bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap fungisida sintetis yang berpotensi menimbulkan residu kimia dan dampak negatif terhadap lingkungan.

Lebih lanjut, pemateri menyampaikan bahwa dibandingkan fungisida sintetis, fungisida kapur relatif lebih aman, mudah diaplikasikan, serta memiliki biaya yang lebih terjangkau. Teknologi ini dinilai sesuai dengan prinsip pertanian berkelanjutan karena dapat menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan tanah. Melalui pemanfaatan teknologi sederhana dan efektif ini, diharapkan sistem budidaya tanaman dapat berjalan secara lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Kegiatan kuliah umum ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik pembuatan fungisida kapur. Pada sesi ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses peracikan bahan, memahami tahapan pembuatan, serta mempelajari teknik aplikasinya di lapangan. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa serta memperkuat pemahaman mereka terhadap teknologi pengendalian penyakit tanaman.

Ketua pelaksana kegiatan, Yeyen Ilmiasari, S.P., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum dan praktisi mengajar ini diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa FPP UMKO. Menurutnya, pengenalan teknologi pengendalian penyakit tanaman yang ramah lingkungan menjadi hal penting dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi pertanian berkelanjutan, baik di lingkungan akademik maupun saat terjun langsung ke masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep pengendalian penyakit tanaman secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik nyata. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkap Yeyen Ilmiasari. Ia menambahkan bahwa Fakultas Pertanian dan Peternakan UMKO akan terus berupaya menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia pertanian saat ini.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Kuliah Umum dan Praktisi Mengajar ini menjadi bagian dari upaya Universitas Muhammadiyah Kotabumi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui kolaborasi dengan praktisi serta penerapan pembelajaran berbasis teori dan praktik, UMKO terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran UMKO sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

To top