Berita

Perkuat Mutu Pendidikan Agribisnis, Kaprodi UMKO Ikuti Rakernas IPSAGRI dan Sosialisasi Instrumen LAMPTIP

Surabaya – Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada bidang agribisnis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Peternakan UMKO, Yuni Elmita Sari, S.P., M.Si., dalam kegiatan nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Program Studi Agribisnis Indonesia (IPSAGRI). Kegiatan ini berlangsung di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) pada 26–27 Januari 2026. Partisipasi ini menjadi bagian dari langkah strategis UMKO dalam memperkuat daya saing akademik program studi.

Rangkaian kegiatan nasional tersebut diikuti oleh para dewan pakar, ketua program studi, serta akademisi agribisnis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan dan menyamakan persepsi terkait pengelolaan program studi agribisnis. Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi. Kehadiran UMKO menegaskan peran aktif universitas dalam pengembangan pendidikan agribisnis nasional.

Agenda utama kegiatan difokuskan pada pembahasan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025. Regulasi ini menjadi pijakan baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang menuntut penyesuaian pada aspek kurikulum, tata kelola, dan sistem penjaminan mutu. Pembahasan dilakukan secara mendalam dengan melibatkan pandangan para pakar dan pimpinan program studi. Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi pedoman implementatif bagi masing-masing institusi.

Selain itu, IPSAGRI juga menyelenggarakan sosialisasi Instrumen Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAMPTIP). Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif terkait standar akreditasi mandiri bagi program studi agribisnis. Penyesuaian terhadap instrumen LAMPTIP dipandang penting untuk menjamin kualitas tata kelola dan mutu lulusan. Dengan demikian, program studi dapat terus meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan.

Isu strategis lain yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah implementasi kurikulum berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Kurikulum ini dirancang untuk menjawab tantangan global, seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan. Penyelarasan kurikulum berbasis SDGs juga mendorong mahasiswa memiliki perspektif pembangunan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan sektor pertanian yang semakin kompleks dan multidisipliner.

Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi Agribisnis UMKO, Yuni Elmita Sari, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan UMKO dalam Rakernas IPSAGRI memiliki nilai strategis bagi pengembangan program studi. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memahami arah kebijakan terbaru, khususnya terkait regulasi, akreditasi, dan pengembangan kurikulum agribisnis ke depan. Menurutnya, forum nasional ini juga membuka ruang kolaborasi dan penguatan jejaring antarperguruan tinggi agribisnis. Hasil Rakernas akan dijadikan rujukan dalam penguatan tata kelola dan peningkatan mutu Program Studi Agribisnis UMKO.

Kegiatan nasional ini juga dirangkaikan dengan peluncuran 10 buku kolaborasi karya dosen agribisnis dari berbagai universitas anggota IPSAGRI. Buku-buku tersebut mengangkat beragam perspektif ekonomi, sosial, dan teknologi pertanian. Karya kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik yang relevan bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi. Selain itu, peluncuran buku ini mencerminkan penguatan budaya literasi dan riset di lingkungan pendidikan tinggi agribisnis.

Melalui Rapat Kerja Nasional IPSAGRI 2026, disepakati sejumlah agenda strategis untuk pengembangan program studi agribisnis ke depan. Kesepakatan tersebut meliputi penguatan jejaring riset antarperguruan tinggi serta pengembangan skema magang mahasiswa. Skema magang dirancang agar lebih terintegrasi dengan industri besar maupun UMKM sektor pertanian. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja.

Keikutsertaan UMKO dalam kegiatan ini menegaskan komitmen universitas dalam membangun pendidikan agribisnis yang unggul dan berkelanjutan. UMKO terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan regulasi dan kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan peran UMKO sebagai kampus profetik yang mengintegrasikan keunggulan akademik, nilai keislaman, dan kebermanfaatan sosial. Dengan komitmen tersebut, UMKO siap berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian nasional.

To top