
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lampung Utara menggelar aksi penyampaian aspirasi bertajuk “Aksi IMM Menggugat, Lapor Merah untuk Tirani” pada Senin (29/6/2026). Ratusan massa aksi mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dan Kantor DPRD Lampung Utara untuk menyampaikan sejumlah tuntutan yang dinilai menjadi perhatian masyarakat.
Dalam aksi tersebut, PC IMM Lampung Utara membawa 13 poin tuntutan yang terbagi menjadi lima general demands (tuntutan umum) dan delapan urgent demands (tuntutan mendesak). Melalui aksi tersebut, IMM mendorong pemerintah daerah dan DPRD agar memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Lampung Utara.
Ketua PC IMM Lampung Utara, Alfansa Yusuf, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga mengawal komitmen pemerintah terhadap kepentingan masyarakat.
“Kami tidak datang sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab kepada masyarakat yang telah memberikan mandat. Penandatanganan pakta integritas ini menjadi bentuk komitmen bersama yang akan terus kami kawal,” ujar Alfansa Yusuf.
Usai menyampaikan aspirasi di Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, perwakilan massa aksi diterima oleh Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S. Kom., S.H., M.H., bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah dalam forum dialog terbuka. Pertemuan tersebut berlangsung sebagai ruang komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah untuk membahas berbagai tuntutan yang telah disampaikan.
Dialog tersebut menghasilkan penandatanganan Pakta Integritas antara perwakilan PC IMM Lampung Utara dan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara sebagai bentuk komitmen bersama dalam menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. Wakil Bupati Romli menyampaikan bahwa pemerintah daerah menghargai kritik dan masukan yang disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.
“Kami menerima seluruh masukan yang disampaikan. Aspirasi ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah demi kemajuan Lampung Utara,” kata Romli.
Setelah melakukan aksi di Kantor Pemerintah Kabupaten, massa melanjutkan penyampaian aspirasi ke Kantor DPRD Lampung Utara. Dalam kesempatan tersebut, sebagian besar anggota DPRD sedang melaksanakan agenda kedinasan di luar daerah sehingga aspirasi mahasiswa diterima oleh Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Utara, William Mamora, S.H.
Pada saat penyampaian aspirasi di lingkungan DPRD sempat terjadi dinamika antara peserta aksi dan aparat keamanan. Namun, situasi dapat dikendalikan dengan baik sehingga dialog tetap berlangsung secara kondusif. Pertemuan tersebut juga menghasilkan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen untuk meneruskan serta menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan mahasiswa.
PC IMM Lampung Utara menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas bukan merupakan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari proses pengawasan terhadap realisasi tuntutan yang telah disampaikan. Organisasi tersebut menyatakan akan terus memantau perkembangan pelaksanaan komitmen pemerintah daerah maupun DPRD sesuai dengan tenggat waktu yang telah disepakati.
IMM Lampung Utara juga menyampaikan bahwa apabila dalam batas waktu tersebut belum terdapat perkembangan yang signifikan terhadap delapan tuntutan mendesak yang diajukan, organisasi akan menempuh langkah-langkah konstitusional sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan pengawalan terhadap jalannya pemerintahan daerah.



