
Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Rosmitha Febriyanti Parlipaba, melaksanakan pengabdian internasional di Saengtham Wittaya Foundation School, Provinsi Trang, Thailand, dengan mengajar bahasa Inggris sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada para siswa.
Selama mengikuti program tersebut, Rosmitha dipercaya mengampu mata pelajaran English for More bagi siswa jenjang Primary 2 hingga Primary 6. Mata pelajaran ini tidak menggunakan buku teks maupun buku guru, sehingga pengajar diberikan keleluasaan untuk menyusun materi pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Rosmitha untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan berorientasi pada peningkatan kemampuan komunikasi siswa.
Materi yang diberikan disesuaikan dengan jenjang kelas. Bagi siswa Primary 2 dan Primary 3, pembelajaran difokuskan pada penguasaan dasar bahasa Inggris, seperti angka, alfabet, nama-nama hewan, dan ungkapan salam sebagai fondasi awal dalam berkomunikasi. Sementara itu, siswa Primary 4 hingga Primary 6 mempelajari materi yang lebih beragam, meliputi kosakata sehari-hari, tema Home Sweet Home, Parts of the Body, serta berbagai topik lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam proses pembelajaran, Rosmitha menerapkan metode yang menekankan penguasaan kosakata melalui latihan menghafal, menerjemahkan kata dari bahasa Inggris ke bahasa Thailand maupun sebaliknya, serta melakukan spelling terhadap kosakata yang telah dipelajari. Pendekatan tersebut dilakukan secara konsisten untuk membantu siswa memperkaya perbendaharaan kata sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam menggunakan bahasa Inggris.
Sesuai arahan Direktur Saengtham Wittaya Foundation School, Dr. Col. Saleefaa, proses pembelajaran dilaksanakan dengan komposisi penggunaan sekitar 90 persen bahasa Inggris dan 10 persen bahasa Thailand. Kebijakan tersebut bertujuan membiasakan siswa mendengar dan menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas belajar sehingga kemampuan berkomunikasi mereka berkembang secara lebih alami.
Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, Rosmitha juga memanfaatkan berbagai media pembelajaran digital, seperti Canva dan Wordwall. Presentasi interaktif serta permainan edukatif yang diterapkan mampu meningkatkan antusiasme siswa selama mengikuti pembelajaran dan mempermudah mereka dalam memahami materi yang diberikan.
Tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris, pada minggu kelima pelaksanaan program Rosmitha turut memperkenalkan budaya Lampung kepada siswa Primary 5 dan Primary 6. Ia mengenalkan berbagai kekayaan budaya daerah, mulai dari pakaian adat, rumah adat, makanan khas, hingga tarian tradisional Lampung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pertukaran budaya yang bertujuan memperluas wawasan internasional para siswa sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat Thailand.
Rosmitha mengaku bersyukur memperoleh kesempatan mengikuti KKN Internasional yang menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman mengajar di lingkungan internasional, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luar negeri.
“Melalui program ini saya belajar beradaptasi dengan lingkungan dan budaya yang berbeda sekaligus mengembangkan kemampuan mengajar dalam konteks internasional. Saya merasa bangga dapat berbagi ilmu kepada para siswa di Thailand serta memperkenalkan budaya Lampung sebagai bagian dari kekayaan Indonesia. Semoga pengalaman ini dapat memberikan manfaat bagi siswa dan menjadi motivasi bagi mahasiswa UMKO untuk terus berkarya di tingkat global,” ujar Rosmitha.
Melalui pelaksanaan KKN Internasional ini, Universitas Muhammadiyah Kotabumi terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, profesional, dan sosial di tingkat global. Program ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat internasional, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama pendidikan antarnegara serta menjadi bukti nyata kontribusi UMKO dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan mampu berperan aktif di kancah internasional.

