
Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) hari ini, Senin (26/10/2020) mengadakan Sosialisasi Inovasi Pembelajaran dan Teknologi Asistif. Sesuai dengan Permenristek Dikti Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi, antara lain ditegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan khusus di perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

Sosialisasi diisi oleh pemateri yang merupakan ahli di bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus yaitu, Gunawan Budi Warsito, S.Pd. dan Nurulita Arum Pratiwi, M.Pd. serta dihadiri oleh seluruh Kaprodi, Ka BAA, Ka LPM serta Dekan Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Kegiatan ini dibuka oleh sambutan dari Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Dr. Irawan Suprapto, M.Pd.
Dr. Irawan Suprapto, M.Pd. mengatakan berbagai regulasi menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas sudah sangat positif. Respon Perguruan Tinggi juga menunjukan hal yang sejalan, hal ini ditunjukkan antara lain lebih dari 70 (tujuh puluh) PTN dan PTS di Indonesia telah menerima mahasiswa dari penyandang disabilitas serta Pemerintah memberikan bantuan dana untuk pengembangan pendidikan inklusi di lingkungan Perguruan Tinggi.

Universitas Muhammadiyah Kotabumi, sebagai salah satu Perguruan Tinggi pemenang bantuan dana pendidikan teknologi asistif dan inovasi pendidikan juga berkomitmen untuk menyiapkan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan dari anak berkebutuhan khusus yang ingin melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi untuk itulah, kegiatan sosialisasi dan lokakarya ini diadakan.

Materi pada lokakarya ini dibagi menjadi dua penjabaran, pertama pengenalan mengenai pendidikan inklusi di Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Bunda Nurulita Arum Pratiwi, M.Pd. dan kemudian dilanjutkan oleh ayahanda Gunawan Budi Warsito, S.Pd. mengenai jenis, karakter dan penanganan anak berkebutuhan khusus, dimana beliau sudah berpengalaman selama 32 Tahun dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus.

Sosialisasi dan Lokakarya ini ditutup dengan kegiatan diskusi dan tanya jawab mengenai anak berkebutuhan khusus oleh peserta yang hadir mengikuti kegiatan.