Jakarta, Senin (30/06/2025) — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan resmi meluncurkan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) secara daring. Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat hilirisasi riset menuju visi Indonesia Emas 2045.
RIKUB merupakan skema riset kolaboratif multipihak yang mempertemukan perguruan tinggi, industri, BUMN, pemerintah, serta mitra strategis lainnya dalam satu konsorsium riset. Tujuannya adalah menghasilkan produk-produk unggulan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan sektor industri.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan menyampaikan bahwa peluncuran RIKUB menandai komitmen kuat pemerintah dalam mendorong riset terapan yang berkelanjutan. “Dengan sinergi yang terbangun antarpemangku kepentingan, RIKUB akan menjadi motor penggerak inovasi nasional dan menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.
Program ini juga membuka peluang luas bagi para peneliti dan institusi riset untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Panduan pengajuan proposal serta informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi: https://bima.kemdiktisaintek.go.id.
Dengan adanya RIKUB, diharapkan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia semakin terintegrasi dan adaptif, sekaligus menjadi pilar penting dalam mewujudkan transformasi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045.

