
Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor pertanian melalui keterlibatan aktif dosen dalam kegiatan Free Field Day yang diselenggarakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kotabumi Utara. Kegiatan yang dikemas sebagai sekolah tematik bagi petani ini diikuti oleh para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Kotabumi Utara dan dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025 di Desa Talang Jali.
Kegiatan Free Field Day tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Utara, Sekretaris Camat Kotabumi Utara, Kepala Desa Talang Jali, Bhabinkamtibmas, Babinsa, koordinator penyuluh, para penyuluh pertanian, dosen, serta petani dari seluruh wilayah Kecamatan Kotabumi Utara. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong pertanian berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, UMKO menghadirkan dua dosen sebagai narasumber, yaitu Nyang Vania Ayuningtyas Harini, S.P., M.Si. dan Yeyen Ilmiasari, S.P., M.P. Kehadiran keduanya merupakan bagian dari implementasi pengabdian dosen kepada masyarakat. Pada kesempatan ini, Nyang Vania Ayuningtyas Harini menyampaikan materi mengenai pemanfaatan asap cair, yang merupakan hasil kegiatan pengabdian masyarakat dosen UMKO di Desa Talang Jali.
Dalam pemaparannya, Nyang Vania menjelaskan bahwa asap cair memiliki berbagai manfaat penting, baik di bidang pertanian maupun kesehatan. “Asap cair dapat dimanfaatkan sebagai pencegah serangan hama dan penyakit tanaman, pengawet alami makanan, hingga memiliki khasiat untuk kesehatan seperti membantu meredakan penyakit kulit, dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, serta berpotensi meningkatkan imunitas tubuh manusia,” ujarnya. Pemanfaatan asap cair ini menjadi alternatif ramah lingkungan yang mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.
Manfaat penggunaan asap cair telah dirasakan langsung oleh para petani di Desa Talang Jali. Sejumlah petani melakukan demonstrasi plot (demplot) pada tanaman daun bawang dengan hasil yang cukup signifikan. Tanaman daun bawang yang diaplikasikan asap cair tampak lebih segar dan tidak terserang hama maupun penyakit. Selain itu, aplikasi asap cair juga dilakukan pada tanaman pangan seperti padi, dengan hasil tanaman terlihat lebih hijau dan memiliki jumlah anakan yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
Kepala Desa Talang Jali, Harun, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan sekolah tani dan inovasi produksi asap cair yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi petani dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan bertani secara alami. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti sekolah tani dan produksi asap cair ini. Melalui kegiatan ini, pengetahuan petani tentang pertanian organik atau alami semakin meningkat sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bahan-bahan kimia,” ungkapnya.
Melalui keterlibatan dosen dalam kegiatan Free Field Day ini, UMKO menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran dan penelitian, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara UMKO, BPP, dan para petani diharapkan dapat terus berlanjut guna mendorong pengembangan pertanian yang ramah lingkungan, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Lampung Utara.



