Berita

Kaprodi PBSI UMKO Berperan Aktif dalam Revitalisasi Bahasa Lampung Melalui Bimtek Guru Utama

Lampung — Komitmen dalam pelestarian bahasa daerah terus ditunjukkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO). Pada tahun keempat pelaksanaan program Revitalisasi Bahasa Daerah, Kaprodi PBSI UMKO, Meutia Rachmatia, M.Pd., turut ambil bagian sebagai penyusun model pembelajaran Bahasa Lampung sekaligus narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama jenjang SMP/MTs yang diselenggarakan pada 23–25 April 2026 di BPSDM Provinsi Lampung.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas guru sebagai ujung tombak pelestarian bahasa daerah. Dalam forum tersebut, Meutia Rachmatia, M.Pd., berkontribusi langsung dalam pengembangan model pembelajaran Bahasa Lampung yang adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di tingkat SMP/MTs. Model pembelajaran ini diharapkan mampu menjadi acuan bagi guru dalam mengimplementasikan pengajaran bahasa daerah secara lebih efektif dan menarik.

Sebagai narasumber, Meutia Rachmatia, M.Pd., juga menyampaikan materi dengan pendekatan yang mengintegrasikan teori dan praktik. Materi yang disampaikan tidak hanya menitikberatkan pada aspek kebahasaan, tetapi juga pada penguatan keterampilan berbahasa melalui berbagai bentuk ekspresi, seperti komedi tunggal, cerita buntak, pidato, serta penulisan dan pembacaan aksara Lampung. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif bagi para peserta, sehingga mereka dapat langsung mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di sekolah.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 112 guru utama dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Para peserta dipersiapkan menjadi agen penggerak dalam pelindungan dan pengembangan bahasa Lampung, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Melalui peran ini, guru diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.

Meutia Rachmatia, M.Pd., menegaskan bahwa keterlibatan dalam program revitalisasi ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pelindungan bahasa daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan dalam merumuskan strategi pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan tenaga pendidik semakin kuat dalam menjaga eksistensi bahasa Lampung. Peran aktif Kaprodi PBSI UMKO ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mengawal pelestarian bahasa daerah melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan yang berdampak langsung di lapangan.

To top