

Kotabumi, Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) menggelar “Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE)” pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 13.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FHIS UMKO Dr. Didiek R. Mawardi, S.H., M.H., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Hagi Julio Salas, S.Sos., M.I.Kom., serta dosen Ilmu Komunikasi Marini, S.Kom.I., M.Sos. Lokakarya juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, regulator, industri, serta alumni.
Narasumber yang hadir antara lain Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A. (Bendahara BPC PERHUMAS Yogyakarta), Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos. (Direktur TV Muhammadiyah), Nisa’ul Fihtri Mardani, M.Hum. (Komisioner KPI Daerah Lampung), Nabila Ramadhani, S.I.Kom. (Digital Marketing Communication OJK), Adian Saputra, S.E. (Pemimpin Redaksi Wartalampung), Nurul Hasanah, S.I.Kom. (alumni yang telah bekerja sebagai Marketing di PT Slire Decosme Herbalindo), serta Sa’adatul Madiniah, S.I.Kom. (alumni yang magang sebagai humas di Kantor Imigrasi Kotabumi).
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Dekan FHIS, pemaparan evaluasi kurikulum yang sedang berjalan oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, paparan narasumber, diskusi dan perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyesuaian struktur kurikulum dan mata kuliah, penyusunan rencana tindak lanjut, serta penutup. Lokakarya ini merupakan bagian dari pembahasan dan penguatan kurikulum keilmuan komunikasi yang sebelumnya memiliki konsentrasi Public Relations (PR) dan Jurnalistik, kini diarahkan menjadi konsentrasi Public Relations dan Broadcasting berbasis OBE.
Dalam pemaparannya, Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos., menyampaikan bahwa TV Muhammadiyah siap menjadi mitra strategis bagi Prodi Ilmu Komunikasi, khususnya pada konsentrasi broadcasting. Ia menyebutkan bahwa output mata kuliah dapat berupa film dokumenter mahasiswa yang nantinya berpeluang ditayangkan di TV Muhammadiyah. Sementara itu, Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., menekankan pentingnya penguatan Public Relations sebagai core excellence di era digital. Menurutnya, kompetensi PR harus terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan komunikasi strategis di berbagai sektor. Adian Saputra, S.E., juga menegaskan bahwa baik mahasiswa yang mengambil konsentrasi PR maupun broadcasting tetap harus memiliki kemampuan dasar jurnalistik. “Baik PR maupun broadcasting harus memiliki basic kemampuan jurnalistik,” ujarnya.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hagi Julio Salas, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya ini memberikan penguatan signifikan dalam upaya peningkatan kualitas kurikulum. “Terima kasih banyak kepada para narasumber yang telah memberikan tanggapan dan masukan yang sangat baik untuk prodi Ilmu Komunikasi,” ucapnya.
Ia berharap, melalui penyusunan kurikulum berbasis OBE yang melibatkan para pemangku kepentingan, Prodi Ilmu Komunikasi FHIS UMKO dapat terus berkembang menuju program studi yang unggul dan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui lokakarya ini, Prodi Ilmu Komunikasi FHIS UMKO menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan siap bersaing di bidang Public Relations maupun Broadcasting sesuai dengan tuntutan perkembangan industri komunikasi saat ini.